Bagaimana kacamata harus pas? Daftar cek 10 poin
Kacamata harus duduk rata, tetap diam, dan terasa hampir tidak terasa. Periksa lebar, jembatan hidung, gagang, posisi pupil, dan garis alis dulu; lalu periksa kerataan, jarak bebas pipi dan bulu mata, kestabilan, dan kenyamanan sepanjang hari.
10 pengecekan
| Yang diperiksa | Seperti apa yang benar |
|---|---|
| Lebar | Lebar bingkai dalam jarak 2-3 mm dari lebar wajahmu |
| Jembatan hidung | Bertumpu di hidung tanpa menjepit atau melorot |
| Gagang | Berjalan lurus ke belakang, menekuk tepat setelah telinga |
| Pupil | Di titik tengah atau sedikit di atas titik tengah setiap lensa |
| Garis alis | Bagian atas bingkai mengikuti alis, alis tetap di atasnya |
| Kerataan | Kedua lensa berada pada tinggi yang sama |
| Pipi | Bingkai bawah tidak terangkat saat kamu tersenyum |
| Bulu mata | Bulu mata tidak menyentuh lensa |
| Kestabilan | Bingkai tetap diam saat kamu menunduk |
| Kenyamanan | Tidak ada titik tekan setelah 30 menit |
1. Lebar
Ukur wajahmu dari pelipis ke pelipis. Lebar total bingkai harus berada dalam jarak 2 sampai 3 mm dari itu. Bingkai yang terlalu lebar akan melorot dan terlihat kebesaran. Bingkai yang terlalu sempit menekan di pelipis dan duduk terlalu ke depan. Lebar total jarang tercetak di bingkai, tapi kamu bisa memperkirakannya dari cap ukuran: dua lebar lensa, ditambah jembatan hidung, ditambah sekitar 12 mm.
2. Jembatan hidung
Jembatan hidung menopang sebagian besar berat bingkai. Jembatan hidung harus bertumpu di hidungmu tanpa menjepit dan tanpa ada celah cahaya. Jika muncul bekas merah di samping hidungmu, jembatan hidungnya terlalu sempit. Jika bingkainya terus melorot, biasanya terlalu lebar. Lebar jembatan hidung adalah angka tengah dari cap: 17 pada 54□17 140.
3. Gagang
Gagangnya harus berjalan lurus ke belakang sampai ke telingamu tanpa menekan kepalamu, lalu menekuk ke bawah tepat setelah telinga. Gagang yang menekuk sebelum telinga mendorong bingkai ke depan. Gagang yang tidak pernah menyentuh ke bawah membuat bingkai melorot. Panjang standar berkisar 135 sampai 145 mm, dan optik yang baik bisa menyesuaikan lekukannya.
4. Pupil
Lihat lurus ke depan di cermin. Setiap pupil harus berada di titik tengah horizontal lensanya atau sedikit di atasnya, kira-kira di sepertiga atas. Di sinilah PD-mu bertemu dengan bingkai: lensa dipotong agar titik tengah optiknya sejajar dengan pupilmu. Jika matamu berada rendah di lensa atau jauh dari titik tengah, bingkainya tidak cocok dengan PD dan lebar wajahmu.
5. Garis alis
Bagian atas bingkai harus mengikuti garis alismu, dekat tapi jangan sampai menutupinya. Alis di dalam lensa terlihat salah bagi siapa saja, langsung. Bingkai yang duduk terlalu rendah meninggalkan celah yang membuat wajah terlihat lebih panjang.
6. Kerataan
Lihat lurus ke cermin. Bagian atas bingkai harus rata, dengan kedua pupil berada pada tinggi yang sama di dalam lensanya. Satu sisi lebih tinggi dari yang lain biasanya berarti lekukan gagang atau bantalan hidung perlu disesuaikan. Itu tidak selalu berarti ukuran bingkainya salah.
7. Jarak bebas pipi
Bingkai bawah harus bebas dari pipimu saat diam dan tidak boleh terangkat saat kamu tersenyum. Jika tersentuh biasanya berarti lensanya terlalu dalam, jembatan hidungnya duduk terlalu rendah, atau keduanya. Ini terutama penting untuk bingkai berukuran besar, aviator, dan bingkai dengan jembatan hidung rendah.
8. Jarak bebas bulu mata
Bulu matamu tidak boleh menyentuh lensa. Sentuhan terus-menerus membuat lensa berminyak dan bisa terasa mengganggu. Bantalan hidung yang bisa disesuaikan dapat menggeser bingkai ke depan; jika tidak, cari jembatan hidung yang dirancang memberi lebih banyak ruang.
9. Kestabilan
Tunduklah, angguk sekali, lalu putar kepalamu dari sisi ke sisi. Bingkainya harus tetap di tempatnya tanpa mencengkeram. Melorot menunjukkan masalah jembatan hidung atau gagang. Gerakan hanya di satu sisi biasanya menunjukkan masalah penyesuaian.
10. Kenyamanan sepanjang hari
Bingkai bisa lolos tes cermin tapi tetap sakit nanti. Pakailah setidaknya 30 menit. Tekanan di pelipis berarti terlalu sempit; sakit di belakang telinga berarti lekukan gagangnya salah; bekas di hidung berarti beratnya tidak terbagi rata.
Tanda-tanda bingkai tidak pas
- Bekas merah di samping hidung setelah satu jam dipakai.
- Bingkai melorot saat kamu menunduk.
- Tekanan atau rasa sakit di belakang telinga atau di pelipis.
- Kamu melihat tepi bingkai di bidang penglihatanmu.
- Kamu terus-menerus mendorong kacamata ke atas.
Periksa kecocokan sebelum kamu memiliki bingkainya
Di toko, kamu bisa melakukan lima pengecekan di cermin. Online, kamu tidak bisa. SpecFit menutup celah itu: SpecFit mengukur wajahmu sekali, lalu menilai bingkai apa pun yang kamu tempel terhadap ukuran itu. Lebar, bentuk, dan warna dinilai secara terpisah, dengan hasilnya dalam kata-kata sederhana. Cek kecocokan ini gratis. Membuat rendering bingkai di wajahmu butuh satu kredit.
SpecFit mengukur wajahmu dan memeriksa bingkai apa pun terhadapnya. Pengukurannya gratis, dan kamu bisa melihat bingkainya dirender di fotomu sendiri.
Pertanyaan
Mengapa kacamata saya melorot di hidung?
Biasanya jembatan hidungnya terlalu lebar, jadi bingkainya bertumpu lebih rendah dari yang seharusnya. Kadang gagangnya terlalu panjang atau melebar. Jembatan hidung yang lebih sempit, bantalan hidung yang bisa disesuaikan, atau penyesuaian gagang masing-masing memperbaiki versi masalah yang berbeda.
Haruskah kacamata menutupi alis saya?
Tidak. Alis selalu di atas bingkai. Garis atas bingkai harus mengikuti alis dengan dekat.
Bisakah toko memperbaiki bingkai yang sedikit tidak pas?
Sebagian bisa. Lekukan gagang dan bantalan hidung bisa disesuaikan. Lebar bingkai dan lebar jembatan hidung tidak bisa. Pastikan angkanya benar dulu, lalu biarkan penyesuaian menangani sisanya.